Hei kamu yang jadi tanggal 10.
Seharusnya tepat hari ini kita menjalin 3 bulan.
Banyak suka duka yang kita rasaiin.
Banyak tawa yang tercipta.
Banyak perjuangan diantara kita.
Banyak kisah yang terekam.
Namun sirna termakan waktu.
Hari ini penuh kejutan dan kenyataan yang sulit ku terima.
Kamu melepasku, kamu tetap memilihnya.
Lalu, apa arti 2 bulan yang telah terlalui ini?
Apa aku masih tetap saja menjadi pelampiasanmu?
Nyatanya aku melihatmu masih berdiri disana, bercanda dengan dia.
Caramu memperlakukannya sangatlah istimewa, itu terekam jelas dalam otakku.
Kamu memanjakannya seakan dia sangatlah berarti bagimu.
Lantas, apa yang kau lakukan untukku?
Kamu memegangku seakan matamu mengasihaniku.
Kamu mengatakan sayang padaku, namun hatimu menjerit tidak!
Kamu membahagiakanku namun bahagiamu hanya bersamanya.
Iya, kamu hanya kasihan kepadaku!
Kasihan dengan kondisiku.
Aku tak perlu itu darimu.
Aku hanya perlu ketulusan dan sayang dengan kondisi yang kumiliki.
Apa aku minta kepada Tuhanku untuk menerima rasa sakit ini? sama sekali TIDAK.
Aku ingin menjadi wanita yang sehat dan bahagia seperti masalalumu.
Namun kenyataan bertolak belakang dengan anganku.
Sekarang, aku hanya terpaku dengan kenyataan yang ku genggam.
Aku berfikir bahwa aku hanya manusia yang merepotkan bagimu.
Maafkan aku, waktumu untuk bersamanya terbuang sia-sa hanya dengan mengasihaniku.
Aku sadar diri dengan semua ini.
Aku berterimakasih dengan kesabaran dan ketabahan hatimu untuk mengalah padaku.
Kenyataan memang aku lah egois, egoisku menarikmu dari masa lalumu.
Alasanku kuat menarikmu dari masa lalumu supaya kamu tak terus tersakiti karenanya. Namun, kini akulah yang terkena dampak semua itu. Aku pasrah. Aku ikhlas.
Aku bahagia apabila kamu lebih memilihnya,walaupun ku tahu, kalian berbeda.
Tapi, aku mengalah dan menyerahkanmu pada sang waktu.
Terimakasih. Terimakasih 10 Februari.
Berlarilah bersamanya dan biarkan aku berdiri dan berjuang sendiri untuk hidupku.:)
-14-