Sabtu, 10 Mei 2014

hei 10

Hei kamu yang jadi tanggal 10.
Seharusnya tepat hari ini kita menjalin 3 bulan.
Banyak suka duka yang kita rasaiin.
Banyak tawa yang tercipta.
Banyak perjuangan diantara kita.
Banyak kisah yang terekam.
Namun sirna termakan waktu.
Hari ini penuh kejutan dan kenyataan yang sulit ku terima.
Kamu melepasku, kamu tetap memilihnya.
Lalu, apa arti 2 bulan yang telah terlalui ini?
Apa aku masih tetap saja menjadi pelampiasanmu?
Nyatanya aku melihatmu masih berdiri disana, bercanda dengan dia.
Caramu memperlakukannya sangatlah istimewa, itu terekam jelas dalam otakku.
Kamu memanjakannya seakan dia sangatlah berarti bagimu.
Lantas, apa yang kau lakukan untukku?
Kamu memegangku seakan matamu mengasihaniku.
Kamu mengatakan sayang padaku, namun hatimu menjerit tidak!
Kamu membahagiakanku namun bahagiamu hanya bersamanya.
Iya, kamu hanya kasihan kepadaku!
Kasihan dengan kondisiku.
Aku tak perlu itu darimu.
Aku hanya perlu ketulusan dan sayang dengan kondisi yang kumiliki.
Apa aku minta kepada Tuhanku untuk menerima rasa sakit ini? sama sekali TIDAK.
Aku ingin menjadi wanita yang sehat dan bahagia seperti masalalumu.
Namun kenyataan bertolak belakang dengan anganku.
Sekarang, aku hanya terpaku dengan kenyataan yang ku genggam.
Aku berfikir bahwa aku hanya manusia yang merepotkan bagimu.
Maafkan aku, waktumu untuk bersamanya terbuang sia-sa hanya dengan mengasihaniku.
Aku sadar diri dengan semua ini.
Aku berterimakasih dengan kesabaran dan ketabahan hatimu untuk mengalah padaku.
Kenyataan memang aku lah egois, egoisku menarikmu dari masa lalumu.
Alasanku kuat menarikmu dari masa lalumu supaya kamu tak terus tersakiti karenanya. Namun, kini akulah yang terkena dampak semua itu. Aku pasrah. Aku ikhlas.
Aku bahagia apabila kamu lebih memilihnya,walaupun ku tahu, kalian berbeda.
Tapi, aku mengalah dan menyerahkanmu pada sang waktu.
Terimakasih. Terimakasih 10 Februari.
Berlarilah bersamanya dan biarkan aku berdiri dan berjuang sendiri untuk hidupku.:)
-14-

Minggu, 04 Mei 2014

Kamu:D

Mengenal lalu mendekat.
Hanya dari sebuah dunia maya seakan terlibat dalam dunia nyata.
Aku sempat melihatmu sekilas dalam via twitterku.
Tak ada pikiran untuk mendekat padamu.
Namun, waktu yang mendekatkan.
Keberanian yang tampak untuk mengenal.
Aku memang berpura-pura cuek, seakan-akan aku tak ingin mengenalmu.
YA! aku munafik.
Aku takut kalau kamu menyakitiku seperti yang sudah-sudah.
Hingga akhirnya aku menjadi tempatmu bercerita.
Aku nyaman dibuatmu,
Aku bahagia dibuatmu,
Tak habis tawaku untuk berbicara padamu.
Hingga aku berniat menarikmu dari zona perihmu.
Aku tau kamu sempat tak bisa berpaling darinya.
Segala caraku ku usahakan buatmu.
Ntah apa yang ada dipikiranku, bertemu saja tidak, namun semangat sekali membuatmu moveon darinya.
Terkadang ada rasa kesal saat kamu tak memberi kabar.
Ada rasa sebel saat kamu tak jujur padaku
Apa ini awal aku tertarik padamu?
Aku terbangun dalam dunia nyata.
Aku sadar, aku bukan siapa-siapa.
Aku takut seandainya kita bertemu, aku mengecewakanmu.
Aku selalu coba yakinkan diriku untuk tidak menyukaimu.
Karena jarak ini, aku takut jarak ini menyudutkan kita.
Kamu pernah berkata bahwa jarak sangat menyulitkan sebuah hubungan, itulah alasannya aku selalu menyangkal bahwa aku tak akan tertarik padamu, dan menganggapmu seorang saudara.
Aku tak mau kamu tau apa yang aku rasakan.
Aku tak mau kamu menghindar dariku.
Kita memang jauh dan tak pernah bertatap muka. Namun, kamu berhasil membuatku semangat lagi.
Karena kamu, membawa senyumku kembali;')

-14-

 

Nothing is Impossible Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang