Minggu, 04 Mei 2014

Kamu:D

Mengenal lalu mendekat.
Hanya dari sebuah dunia maya seakan terlibat dalam dunia nyata.
Aku sempat melihatmu sekilas dalam via twitterku.
Tak ada pikiran untuk mendekat padamu.
Namun, waktu yang mendekatkan.
Keberanian yang tampak untuk mengenal.
Aku memang berpura-pura cuek, seakan-akan aku tak ingin mengenalmu.
YA! aku munafik.
Aku takut kalau kamu menyakitiku seperti yang sudah-sudah.
Hingga akhirnya aku menjadi tempatmu bercerita.
Aku nyaman dibuatmu,
Aku bahagia dibuatmu,
Tak habis tawaku untuk berbicara padamu.
Hingga aku berniat menarikmu dari zona perihmu.
Aku tau kamu sempat tak bisa berpaling darinya.
Segala caraku ku usahakan buatmu.
Ntah apa yang ada dipikiranku, bertemu saja tidak, namun semangat sekali membuatmu moveon darinya.
Terkadang ada rasa kesal saat kamu tak memberi kabar.
Ada rasa sebel saat kamu tak jujur padaku
Apa ini awal aku tertarik padamu?
Aku terbangun dalam dunia nyata.
Aku sadar, aku bukan siapa-siapa.
Aku takut seandainya kita bertemu, aku mengecewakanmu.
Aku selalu coba yakinkan diriku untuk tidak menyukaimu.
Karena jarak ini, aku takut jarak ini menyudutkan kita.
Kamu pernah berkata bahwa jarak sangat menyulitkan sebuah hubungan, itulah alasannya aku selalu menyangkal bahwa aku tak akan tertarik padamu, dan menganggapmu seorang saudara.
Aku tak mau kamu tau apa yang aku rasakan.
Aku tak mau kamu menghindar dariku.
Kita memang jauh dan tak pernah bertatap muka. Namun, kamu berhasil membuatku semangat lagi.
Karena kamu, membawa senyumku kembali;')

-14-

0 komentar:

Posting Komentar

 

Nothing is Impossible Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang