Minggu, 09 Maret 2014

Salah

Aku yang salah, atau keadaan lah yang membuatku begini?
Setiap perlakuanku selalu menjadi salah, tak pernah benar!
Pikiranku, perlakuanku, pengertianku selalu saja salah dimata kamu.
Salah, salah, dan selalu salah itu yang terjadi.
Kekanak-kanakanku, ke-egoisanku, selalu menjadi masalah buatmu.
Sebenarnya, tak begitu mauku. Aku sadar, aku salah menyikapimu. Salahku memperlakukanmu seperti itu.
Selalu ku coba untuk menjadi masa lalumu. Tapi aku selalu gagal.
Gayaku, tawaku, tatapanku tak akan pernah sama dengannya.
Aku ya AKU!
Dengan ketololan, kebodohan, kekanak-kanakan yang ku miliki dan dengan segala yang aku punya, itulah usahaku dan caraku menarikmu dari masa lalumu.
Berusaha berusah dan berusaha...
Tak pernah kamu anggap semua usahaku ini.
Kamu selalu melihatku dengan fikiran negatifmu.
Jujur, aku lelah tak dianggap.
Logika menyuruhku menyerahkan semuanya pada waktu. Namun hati, menyuruhku untuk mempertahankan semuanya.
Aku mengalah pada egoku.
Aku menjalankan kenyataanku. Ingin ku berlari dan tak ingin melihat semuanya.
Namun terlambat.
Dengan semua kepekaanku, aku menyadari bahwa kamu masih mempedulikannya.
Sakit, sakit dan sakit yang selalu aku dapat.
Adakah sebuah obat yang bisa menutup semua luka ini yang selalu saja tak pernah sembuh?
Adakah mentari terbit dengan kisah baru tanpa membawa kisah lama?

-14-

Masihkah?

Masihkah dia sebegitu pentingnya di hidupmu?
Masihkah dia sebegitu indahnya di pandanganmu?
Masihkah dia sebegitu menyenangkannya di fikiranmu?
Jika memang tidak, lantas mengapa kamu selalu tersenyum akan hadirnya dia?
Namun jika memang iya, lantas apa dan siapa aku selama ini di kehidupanmu?
Selalu gagal aku dalam setiap membaca tingkah dan fikirmu.
Tak habis fikir aku dibuatmu, kamu selalu meyakinkanku seakaan perasaanmu padanya telah sirna.
Namun, aku wanita. Perasaanku lebih peka.
Aku menyadari kamu masih menyayanginya, bahkan susah untuk melepasnya hanya karena suatu kondisi memaksa merelekannya.
Kemudian, datanglah aku dalam kehidupanmu, yang kamu anggap menjadi tempat baru untuk bersandar, melampiaskan, dan bersinggah tanpa ada niatan menetap.
Ya, aku sadar, kehadiranku memiliki arti untuk membantumu menghapus setiap lukamu.
Tapi sadarkah kamu apa yang selama ini aku rasa?
Egoiskah aku bila memintamu untuk menetap padaku dan melepaskannya?
Salahkah aku bila memintamu untuk merelekannya dan menerima kedatanganku?
Ya, AKU EGOIS.
Tahukah kamu bahwa aku menyadari setiap perilakumu yang menganggapku hanya sebagai tempat pelampiasanmu?
Aku tahu bahkan perpindahan dari hatinya ke hatiku tak semudah membalikkan telapak tangan.
Tak pernahkah kamu menyadari ada tempat indah disetiap perpindahan, jauh lebih indah dari tempat sebelumnya.
Yang dapat menjadikan dirimu baru dan lebih baik.
Sayang sekali, kamu tak pernah mau tahu hal itu, karena yang kamu inginkan bersama masa lalumu.
Aku pahami walau sakit yang kurasa. :)

-14-

 

Nothing is Impossible Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang