Minggu, 09 Maret 2014

Masihkah?

Masihkah dia sebegitu pentingnya di hidupmu?
Masihkah dia sebegitu indahnya di pandanganmu?
Masihkah dia sebegitu menyenangkannya di fikiranmu?
Jika memang tidak, lantas mengapa kamu selalu tersenyum akan hadirnya dia?
Namun jika memang iya, lantas apa dan siapa aku selama ini di kehidupanmu?
Selalu gagal aku dalam setiap membaca tingkah dan fikirmu.
Tak habis fikir aku dibuatmu, kamu selalu meyakinkanku seakaan perasaanmu padanya telah sirna.
Namun, aku wanita. Perasaanku lebih peka.
Aku menyadari kamu masih menyayanginya, bahkan susah untuk melepasnya hanya karena suatu kondisi memaksa merelekannya.
Kemudian, datanglah aku dalam kehidupanmu, yang kamu anggap menjadi tempat baru untuk bersandar, melampiaskan, dan bersinggah tanpa ada niatan menetap.
Ya, aku sadar, kehadiranku memiliki arti untuk membantumu menghapus setiap lukamu.
Tapi sadarkah kamu apa yang selama ini aku rasa?
Egoiskah aku bila memintamu untuk menetap padaku dan melepaskannya?
Salahkah aku bila memintamu untuk merelekannya dan menerima kedatanganku?
Ya, AKU EGOIS.
Tahukah kamu bahwa aku menyadari setiap perilakumu yang menganggapku hanya sebagai tempat pelampiasanmu?
Aku tahu bahkan perpindahan dari hatinya ke hatiku tak semudah membalikkan telapak tangan.
Tak pernahkah kamu menyadari ada tempat indah disetiap perpindahan, jauh lebih indah dari tempat sebelumnya.
Yang dapat menjadikan dirimu baru dan lebih baik.
Sayang sekali, kamu tak pernah mau tahu hal itu, karena yang kamu inginkan bersama masa lalumu.
Aku pahami walau sakit yang kurasa. :)

-14-

0 komentar:

Posting Komentar

 

Nothing is Impossible Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang